Setelah Blok I Usai
April 21, 2009 at 1:40 am Tinggalkan komentar
Setelah berlangsung selama satu minggu, akhirnya Blok I kegiatan HMT berakhir.
Dua hari pertama materi HMT diisi oleh fasilitator C. Tjahyono Kuntjoro, dr. MPH, DrPH. Sedangkan sisanya (Rabu-sabtu) kegiatan di isi oleh Prof. Iwan Dwiprahasto. Materi utamanya dalah patient safety.

Prof. Iwan; Ingat patient safety !
Hal menarik pada blok I ini adalah disamping membahas secara menyeluruh tentang patient safety, juga membahas mengenai berbagai kejadian yang tidak diinginka-KTD (adverse event) hingga kejadian yang hampir saja terjadi.
Pada blok ini juga mengetengahkan tentang pentingnya Evidence Base Medicine (EBM) dalam memberikan pengobatan. Pun demikian dalam hal menegakkan diagnosa serta menentukan prognosis. Semua bisa diukur dengan angka matematika.
Juga menarik adalah beberapa kenyataan (kebiasaan) dilingkungan kerja yang selama ini kita anggap benar ternyata banyak juga yang keliru atau tepatnya salah. Misalnya saja pemberian profilaksis pre operasi. Kita biasa memberikan di ruangan perawatan, padahal jadwal pasti operasi tidak jelas. Idealnya atau mestinya (seperti kata pak herman Sumbawa) antibiotik profilaksi diberikan maksimal 1 jam sebelum insisi dilakukan. Karena kadar antibiotik tersebut dalam darah mencapai puncaknya pada menit ke-45. Itu hanyaa salah satunya. Contoh lain adalah kesalahan dalam nenetukan angka-angka indikator seperti infeksi nosokomial (INOS). Bahkan Prof. Iwan mengatakan seandainya angka itu INOS itu benar maka semua negara di diunia ini akan berbondong-bondong di rawat di RS kita. “Di luar negeri seperti amerika, angkanya masih diatas 20 %, masak di kita 1,5 %” katanya.
Juga dicontohkan adalah penggunaan amalgam untuk tambal gigi yang ternyata berbahaya bagi kesehatan (saraf di usia lanjut). Kadar mercuri dalam amalgam tersebut dapat mengganggu sistem saraf. bahkan mercuri ini tidak hanya menyebabkan kerugian pada pemakainya namun juga pada lingkungan. “mercuri ini kalau di buang sembarangan di tanah, itu baru bisa diurai setelah 1800 tahun”, ujarnya.
Karena itu, penting bagi semua pemberi dan organisasi pelayanan kesehatan agar memperhatikan berbagai aspek dalam patient safety ini.
- Prof. Iwan; Ingat patient safety !
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .



Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed