Archive for April 21, 2009
Block I, What Event ?
Blok I memang telah usai. Bagi sebagian besar peserta, mengikuti blok I adalah cakrawala baru yang sungguh begitu luas. Yang biasa dengan “kebiasaan” jadi “melek”. karena banyak kebiasaan itu yang ternyata sudah kadaluarsa. Sudah tidak up to date, sudah ketinggalan jaman. Sudah tidak digunakan lagi. Lihat saja, hampir semua RS peserta HMT saat ini masih akrab dengan pemeriksaan Widal dan tambal gigi dengan amalgam. padahal kedua prosedur tersebut sudah lama tidak direkomendasikan lagi.
Itulah berkah blok I HMT. Seperti apa persisnya pendapat peserta, ini dia rangkumannya :
Kesannya meskipun capek tapi menyenangkan dan tetap bersemangat. (dr. Early-Bima)
HMT bLok 1.. OckEee BuaAngeTz!!! (Fitri-Bima)
HMT, Oce deh !(Ilmi-Sbw)
Wuihh..hari hari yg cukup berat tp mengasikkan. hingga ada yg termehek mehek.. Smoga kt menjadi bagian yg 10%, bkn mencari bagian 10%. (Arif-Gerung)
MaTer!x mengasikkan c!e,,tp menguras 0tak n tnaga dengan bnykx tgas2 st!ap hr!. . .He7. . Ampe skt sgala lag!. . ,,,dtmbh dngan adax Pr0f. !Wan keadaan kg!atan dr hri ke2 ampe trakhr, jd seru bngt dengan guy0nanx beliau dseTiap ses!. . .Hay0o. . .Friends smangat tyus!
(Indri-Gerung)
LUAR BIASA.,SGT BERKESAN…SMOGA APA YG KITA PELAJARI DI BLOK 1 MENJADI LANGKAH AWAL TIM DOMPU MEMPERBAIKI PELAYANAN DI RSU DOMPU (Nirwana-Dompu)
Blok 1 ckp membuat hati, pikirn,jiwa lelah..tp hrs tetp semangat krn ilmu adlh mahal n tdk pernh hbs..spesial for prof.iwan..tx..(Ida Aryani rsud_Gerung)
Secara fisik melelahkan tp sec batin puas (Yadi-Sbw)
Merubah mind set- paradigma bukanlah sesuatu yg mudah. Dibutuhkan keinginan dan kemauan yg kuat serta komitmen yg tinggi. Pasien safety adl sesuatu yg sangat penting bg kita yg bertugas di RS. (berprofesi sbg tnga medis) (drg. Ihsan-Bima)
Bahwa paradigma pelayanan berorientasi pd pasien, sehingga safety patient hrs di utamakan. Dan kita hrs dpt mengidentifikasi resiko trjdinya medical error di RS dan mencoba redesain kembali (Herman-Sbw)
Banyak hal yang selama ini kita anggap benar ternyata salah. Saatnya kita selalu; think safety , talk safety, work safety dan breathe safety !(Firman-Bima)
Setelah Blok I Usai
Setelah berlangsung selama satu minggu, akhirnya Blok I kegiatan HMT berakhir.
Dua hari pertama materi HMT diisi oleh fasilitator C. Tjahyono Kuntjoro, dr. MPH, DrPH. Sedangkan sisanya (Rabu-sabtu) kegiatan di isi oleh Prof. Iwan Dwiprahasto. Materi utamanya dalah patient safety.

Prof. Iwan; Ingat patient safety !
Hal menarik pada blok I ini adalah disamping membahas secara menyeluruh tentang patient safety, juga membahas mengenai berbagai kejadian yang tidak diinginka-KTD (adverse event) hingga kejadian yang hampir saja terjadi.
Pada blok ini juga mengetengahkan tentang pentingnya Evidence Base Medicine (EBM) dalam memberikan pengobatan. Pun demikian dalam hal menegakkan diagnosa serta menentukan prognosis. Semua bisa diukur dengan angka matematika.
Juga menarik adalah beberapa kenyataan (kebiasaan) dilingkungan kerja yang selama ini kita anggap benar ternyata banyak juga yang keliru atau tepatnya salah. Misalnya saja pemberian profilaksis pre operasi. Kita biasa memberikan di ruangan perawatan, padahal jadwal pasti operasi tidak jelas. Idealnya atau mestinya (seperti kata pak herman Sumbawa) antibiotik profilaksi diberikan maksimal 1 jam sebelum insisi dilakukan. Karena kadar antibiotik tersebut dalam darah mencapai puncaknya pada menit ke-45. Itu hanyaa salah satunya. Contoh lain adalah kesalahan dalam nenetukan angka-angka indikator seperti infeksi nosokomial (INOS). Bahkan Prof. Iwan mengatakan seandainya angka itu INOS itu benar maka semua negara di diunia ini akan berbondong-bondong di rawat di RS kita. “Di luar negeri seperti amerika, angkanya masih diatas 20 %, masak di kita 1,5 %” katanya.
Juga dicontohkan adalah penggunaan amalgam untuk tambal gigi yang ternyata berbahaya bagi kesehatan (saraf di usia lanjut). Kadar mercuri dalam amalgam tersebut dapat mengganggu sistem saraf. bahkan mercuri ini tidak hanya menyebabkan kerugian pada pemakainya namun juga pada lingkungan. “mercuri ini kalau di buang sembarangan di tanah, itu baru bisa diurai setelah 1800 tahun”, ujarnya.
Karena itu, penting bagi semua pemberi dan organisasi pelayanan kesehatan agar memperhatikan berbagai aspek dalam patient safety ini.
- Prof. Iwan; Ingat patient safety !



Komentar Terakhir